Cara Mengerjakan EMIS GTK IMP/Simpatika Kemenag 2026 dari Awal hingga Input Jadwal Mengajar

Tahun 2026 menjadi periode penting bagi madrasah baik RA, MI, MTS maupun MA dalam melakukan penyesuaian administrasi digital melalui sistem EMIS GTK IMP yang terintegrasi dengan Simpatika Kemenag. Setiap awal semester genap, operator madrasah diwajibkan melakukan pembaruan data mulai dari manajemen akun PTK, rombongan belajar, hingga penyusunan jadwal mengajar.

Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses validasi data guru dan tenaga kependidikan yang akan berdampak pada status keaktifan, beban kerja, serta berbagai layanan administrasi lainnya. Kesalahan di tahap awal bisa berimbas panjang, terutama pada status linearitas dan kelayakan guru.

Karena itu, penting bagi admin madrasah memahami urutan pengerjaan EMIS GTK IMP dari awal secara sistematis agar tidak ada data yang terlewat.

Sekilas Tentang EMIS GTK IMP dan Simpatika Kemenag

EMIS GTK IMP adalah sistem informasi manajemen yang digunakan untuk mengelola data guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. Sistem ini memuat berbagai fitur seperti manajemen akun, kepegawaian, mutasi PTK, rombel, data siswa, kurikulum, hingga jadwal mengajar.

Seluruh proses awal dikerjakan melalui akun admin madrasah. Guru tidak bisa langsung melakukan penginputan sendiri sebelum admin menyelesaikan tahapan utama, khususnya input jadwal mengajar.

Baca Juga:  Cara Mengajukan Proposal di Simsarpras Kemenag Dan Syaratnya

Pada versi terbaru 2026, alur pengerjaan disarankan dilakukan secara berurutan agar sistem dapat membaca data dengan sempurna.

Langkah-Langkah Mengerjakan EMIS GTK IMP 2026 dari Awal

Berikut panduan lengkap yang dapat diikuti oleh operator madrasah.

1. Login sebagai Admin dan Generate Akun PTK

Langkah pertama adalah masuk ke sistem menggunakan akun admin madrasah.

Setelah berhasil login:

  1. Masuk ke menu Manajemen Akun.

  2. Lakukan generate akun PTK agar seluruh guru memiliki akun aktif di sistem.

  3. Periksa daftar PTK satu per satu.

  4. Jika terdapat guru yang pensiun atau tidak lagi aktif, lakukan penonaktifan melalui menu status.

Tahap ini penting agar data PTK yang tercatat benar-benar sesuai kondisi riil di madrasah.

2. Periksa dan Kelola Data PTK di Menu Kepegawaian

Setelah akun digenerate:

  1. Masuk ke menu Kepegawaian atau PTK.

  2. Pilih Manajemen PTK.

  3. Cek apakah seluruh guru sudah terdata.

  4. Jika ada PTK yang belum terangkut dari sistem sebelumnya, gunakan fitur tarik data PTK dari EMIS.

  5. Jika terdapat guru baru, lakukan penambahan melalui menu yang tersedia.

Selain itu, perhatikan juga status guru non-satmin. Jika ada yang belum terinput, lakukan koordinasi dengan madrasah terkait untuk memastikan datanya sinkron.

3. Ajukan Mutasi Jika Ada Perpindahan PTK

Apabila terdapat guru yang pindah masuk atau keluar:

  1. Masuk ke menu Pengajuan Mutasi PTK.

  2. Ajukan mutasi sesuai kondisi aktual.

  3. Pastikan data mutasi telah disetujui sebelum melanjutkan tahap berikutnya.

Baca Juga:  Cara Proses SKBK dan SKMT di EMIS GTK Terbaru 2026, Panduan Pengajuan Sampai Disahkan

Jika tidak ada mutasi, tahap ini dapat dilewati.

4. Membuat Rombongan Belajar dan Mengisi Data Siswa

Langkah berikutnya adalah menyusun rombongan belajar.

  1. Masuk ke menu Rombel.

  2. Tambahkan kelas sesuai struktur madrasah.

  3. Tetapkan wali kelas untuk masing-masing rombel.

  4. Simpan data kelas.

Setelah rombel dibuat:

  1. Lanjutkan dengan menginput data siswa.

  2. Masukkan siswa ke dalam rombel yang sesuai.

Urutan antara input kelas dan siswa bisa disesuaikan, namun keduanya harus selesai sebelum masuk ke tahap kurikulum.

5. Generate Kurikulum di Menu Kurikulum dan KBM

Tahap ini sangat krusial.

  1. Masuk ke menu Kurikulum dan KBM.

  2. Pilih submenu Pelajaran.

  3. Jika baru pertama kali, sistem akan meminta generate kurikulum.

  4. Pilih kurikulum sesuai dengan yang digunakan madrasah.

  5. Pastikan tidak salah memilih karena tidak bisa generate ulang dengan mudah.

Setelah berhasil, daftar mata pelajaran akan otomatis muncul.

6. Membuat Model Jadwal

Setelah kurikulum aktif:

  1. Masuk ke Setting Jadwal.

  2. Klik Tambah Model.

  3. Isi nama model jadwal sesuai kebutuhan.

  4. Tentukan maksimal jam per hari, misalnya 10 atau 11 jam.

  5. Atur hari libur sesuai sistem kerja madrasah.

  6. Centang opsi aktifkan model.

  7. Klik Simpan.

Jika terdapat lebih dari satu model jadwal, admin dapat mengatur model mana yang aktif melalui menu edit.

7. Input Jadwal Mengajar

Langkah inti berikutnya adalah mengisi jadwal guru.

  1. Masuk ke menu Jadwal Mengajar.

  2. Pilih nama PTK yang akan diinput.

  3. Klik Tambah Jadwal.

  4. Pilih kurikulum yang sudah digenerate.

  5. Tentukan tingkat kelas dan rombel.

  6. Pilih mata pelajaran.

  7. Tentukan hari dan jam mengajar.

  8. Simpan jadwal.

Ulangi proses ini hingga seluruh guru memiliki jadwal lengkap.

Jika kurikulum belum muncul setelah generate, tunggu beberapa saat hingga sistem memperbarui data.

Baca Juga:  Cara Mengetahui Daftar Penerima PIP Tahap I Tahun 2025 dan Cara Download Kartu Indonesia Pintar

8. Cek Linearitas dan Kelayakan

Setelah semua jadwal diinput:

  1. Periksa status linearitas setiap guru.

  2. Pastikan guru sertifikasi menunjukkan angka linearitas 100 persen.

  3. Jika belum sesuai, lakukan penyesuaian jadwal.

Tahap ini menentukan kelayakan data guru di semester berjalan.

9. Jangan Lakukan Aktivasi Terlebih Dahulu

Setelah jadwal selesai diinput, sistem akan menampilkan menu aktivasi akun PTK dan aktivasi madrasah. Namun aktivasi ini tidak disarankan dilakukan sebelum ada petunjuk lanjutan resmi.

Admin cukup memastikan seluruh data lengkap, sedangkan proses aktivasi menunggu arahan berikutnya.

Kesimpulan

Mengerjakan EMIS GTK IMP/Simpatika Kemenag tahun 2026 harus dilakukan secara berurutan mulai dari manajemen akun, penataan PTK, pengajuan mutasi, penyusunan rombel, generate kurikulum, hingga input jadwal mengajar.

Ketelitian dalam setiap tahap akan mempermudah proses validasi dan memastikan status guru tetap aman. Jangan terburu-buru melakukan aktivasi sebelum ada instruksi lanjutan. Fokus utama di awal semester adalah memastikan seluruh jadwal mengajar sudah tersusun rapi dan data PTK sesuai kondisi sebenarnya.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini secara sistematis, pengelolaan administrasi madrasah di semester genap 2026 dapat berjalan lebih tertib dan minim kesalahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button