Riwayat Pendidikan Hilang di Info GTK? Ini Cara Mengatasinya Agar Muncul Kembali

Belakangan ini banyak guru dibuat bingung ketika membuka Info GTK dan mendapati riwayat pendidikan formal mereka, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, tiba-tiba menghilang. Padahal sebelumnya data tersebut sudah muncul dan tidak pernah diubah sama sekali. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi guru yang sedang menunggu proses validasi atau pemutakhiran data untuk keperluan administrasi.
Masalah ini bukan terjadi pada satu atau dua akun saja, melainkan dialami cukup banyak GTK di berbagai daerah. Hilangnya riwayat pendidikan seolah terjadi tanpa sebab yang jelas. Akibatnya, muncul pertanyaan apakah kondisi ini berpengaruh terhadap validasi Info GTK, kelayakan data, hingga dampaknya pada hak-hak guru.
Untuk menjawab keresahan tersebut, diperlukan pemahaman alur data antara Dapodik, PTK Data Dik, dan Info GTK. Dengan mengikuti langkah yang tepat, riwayat pendidikan yang hilang sebenarnya bisa dipastikan aman dan bahkan dikembalikan tanpa harus panik berlebihan.
Sekilas Tentang Info GTK dan Riwayat Pendidikan Guru
Info GTK merupakan sistem informasi yang menampilkan hasil sinkronisasi data guru dari berbagai sumber, terutama Dapodik dan PTK Data Dik. Di dalam Info GTK, terdapat informasi penting seperti status kepegawaian, jam mengajar, hingga riwayat pendidikan formal.
Riwayat pendidikan sendiri terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama adalah pendidikan dasar dan menengah, yaitu SD, SMP, dan SMA. Data ini dikelola melalui aplikasi Dapodik. Kedua adalah pendidikan tinggi seperti S1 atau D4 yang pengelolaannya dilakukan melalui PTK Data Dik, bukan melalui Dapodik.
Ketika salah satu jalur data ini mengalami keterlambatan sinkronisasi atau perubahan sistem, tampilan di Info GTK bisa saja menjadi kosong meskipun data aslinya masih tersimpan dengan aman di sumber utama.
Tutorial Mengecek dan Mengatasi Riwayat Pendidikan yang Hilang
1. Pastikan Aplikasi Dapodik Menggunakan Versi Terbaru
Langkah paling awal yang wajib dilakukan adalah memastikan bahwa aplikasi Dapodik yang digunakan sudah versi terbaru. Pada periode awal 2026, versi terbaru yang digunakan adalah Dapodik 2026 C. Penggunaan versi lama berpotensi menyebabkan data tidak terbaca dengan sempurna oleh sistem pusat.
Pastikan pembaruan dilakukan secara resmi dan aplikasi berjalan normal tanpa error. Jika Dapodik belum diperbarui, sebaiknya lakukan update terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
2. Cek Riwayat Pendidikan di Menu GTK pada Dapodik
Setelah memastikan versi Dapodik terbaru, langkah berikutnya adalah mengecek riwayat pendidikan langsung di Dapodik. Masuk ke menu GTK, lalu pilih data guru yang bersangkutan. Di dalam data tersebut, cari bagian riwayat pendidikan formal.
Perhatikan apakah data SD, SMP, dan SMA masih tercantum. Jika data masih ada dan lengkap, tidak perlu melakukan perubahan apa pun. Sistem akan menarik data tersebut secara otomatis ketika sinkronisasi berjalan normal.
Namun, jika riwayat pendidikan tidak ada sama sekali, maka data tersebut perlu ditambahkan kembali secara manual.
3. Tambahkan Riwayat Pendidikan yang Belum Muncul
Jika data SD, SMP, atau SMA tidak muncul, lakukan penambahan data melalui akun GTK. Masuk ke pengaturan Dapodik, lalu lakukan tukar akses pengguna menggunakan akun GTK guru yang bersangkutan.
Setelah berhasil masuk, buka kembali menu GTK dan pilih guru yang akan diperbaiki datanya. Masuk ke bagian riwayat pendidikan formal, lalu tambahkan data pendidikan satu per satu.
Untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, bidang studi wajib diisi dengan opsi umum. Pilih bidang studi umum yang berada di bagian paling bawah daftar pilihan. Untuk gelar akademik, pilih non gelar karena pendidikan dasar dan menengah tidak menggunakan gelar akademik.
Isi nama sekolah dengan lengkap, tahun masuk dan tahun lulus sesuai ijazah, serta masukkan NISN yang sama untuk semua jenjang. Status masih studi atau kuliah dipilih tidak. Kolom semester dan nilai rata-rata ujian dapat dikosongkan jika tidak tersedia.
Setelah semua kolom terisi dengan benar, simpan data tersebut dan pastikan setiap jenjang pendidikan telah ditambahkan dengan format yang sama.
4. Pastikan Format Data Sudah Sesuai Ketentuan
Setelah data dimasukkan, lakukan pengecekan ulang dengan mengklik tanda bantuan atau keterangan di Dapodik. Di sana dijelaskan bahwa pendidikan usia dini, dasar, dan menengah wajib menggunakan bidang studi umum. Untuk kolom gelar akademik, harus dikosongkan atau menggunakan non gelar.
Kesalahan pengisian pada bagian ini dapat menyebabkan data tidak terbaca oleh sistem pusat, sehingga penting memastikan format sudah sesuai sebelum melanjutkan.
5. Cek Riwayat Pendidikan di PTK Data Dik
Langkah selanjutnya adalah mengecek data di PTK Data Dik. Masuk ke akun PTK Data Dik dan buka menu pendidikan. Jika data pendidikan sudah lengkap, maka tidak perlu melakukan perubahan apa pun.
Namun jika data belum muncul, lakukan sinkronisasi Dapodik agar data pendidikan dasar dan menengah yang sudah diinput dapat ditarik ke PTK Data Dik secara bertahap.
Perlu dipahami bahwa proses ini tidak selalu berlangsung secara real time. Dalam beberapa kondisi, terjadi keterlambatan penarikan data sehingga perlu menunggu beberapa waktu.
6. Pahami Perbedaan Penginputan Pendidikan S1
Pendidikan S1 tidak diinput melalui Dapodik. Data pendidikan tinggi harus dimasukkan langsung di PTK Data Dik. Jika data S1 belum ada, gunakan menu tambah riwayat pendidikan pada PTK Data Dik untuk menginput jenjang tersebut.
Pastikan data S1 sudah valid karena jenjang inilah yang menjadi penentu utama dalam validasi Info GTK. Selama data S1 aman dan sesuai, riwayat pendidikan dasar yang hilang tidak akan memengaruhi status validasi.
7. Tunggu Penarikan Data ke Info GTK
Setelah semua data dipastikan lengkap di Dapodik dan PTK Data Dik, langkah terakhir hanyalah menunggu. Info GTK akan melakukan penarikan data secara berkala. Dalam banyak kasus, riwayat pendidikan yang sempat hilang akan muncul kembali tanpa perlu tindakan tambahan.
Yang terpenting, tidak perlu panik selama data di sumber utama sudah benar dan lengkap.
Kesimpulan
Riwayat pendidikan yang hilang di Info GTK memang bisa membuat guru khawatir, tetapi kondisi ini pada dasarnya bukan masalah serius jika ditangani dengan alur yang tepat. Kunci utamanya adalah memastikan data SD hingga SMA lengkap di Dapodik, data S1 valid di PTK Data Dik, serta menggunakan versi aplikasi terbaru.
Selama data di kedua sistem tersebut aman, validasi Info GTK tetap berjalan normal. Guru hanya perlu bersabar menunggu proses sinkronisasi sistem. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, riwayat pendidikan dapat dipastikan tetap aman dan akan muncul kembali seiring pembaruan data dari pusat.








